Perjalanan pagi

Secara kebetulan selasa pagi ini aku baru pulang dari kantor. Iseng-iseng memperhatikan tingkah polah orang Jakarta di pagi hari. Secara kasat mata kok rasanya pagi ini kayak ada balapan di jalanan, dan kayak di hutan aja. Orang pada seenaknya aja nyelonong di perempatan yang jelas-jelas lagi rame dan pada ngebut.
Wah ternyata bukan itu aja, kupingku pagi ini dapet “sarapan pagi” makian kasar orang naik motor yang hampir dipepet kopaja.

Sampe di rumah setidaknya aku liat 5 orang yang “error”, dan sayangnya kok semuanya yang naik motor yah.

Itu cerita pagiku hari ini.

Investasi

Kemarin sore, karena sekarang udah hari sabtu, setelah acara sharing di kantor, ada sesi yang menjelaskan seputar rencana investasi atau istilahnya nabung wajib buat karyawan.
Pertama bos njelasin pengalamannya pertama kali mengelola keuangan pribadinya waktu dia masih kuliah di amrik. Simpel aja sih sebenarnya prinsipnya, keluarin beberapa persen dari pendapatan rutin tiap bulan dan alokasikan / pindahkan ke pos lain kemudian LUPAKAN.
Maksudnya lupakan tentu aja bukan bener-bener lupain tapi dianggap tidak ada dalam pengelolaan keuangan harian.
Umpamanya, kita terima gaji Rp.1.000.000,- tiap bulan, 10%-nya (Rp.100.000) kita keluarkan dari angka itu kemudian kita pindahkan ke pos -umpamanya- reksadana. Nah, tiap bulannya kita hidup dari sisa gaji yang Rp.900.000,- itu. Mungkinkah? Tentu saja mungkin kalau kita bisa membiasakan diri hidup dari sisa gaji itu. Masalah kebiasaan (gaya hidup) dan disiplin kuncinya.
Uang yang kita pisahkan itu tentu harus kita pantau supaya jangan hilang atau ga jelas kemana.
Sampai di sini permasalahan kita para karyawan -termasuk saya juga..hehe- secara umum jelas terlihat, yaitu sulit mengubah kebiasaan (gaya hidup) dan rendahnya pengetahuan cara berinvestasi yang baik.
Saya sendiri sejak mulai kerja tahun 1999 lalu baru mulai misahkan gaji sejak tahun 2001 dengan jadi anggota kopdit. Itu juga ngga teratur ngisinya dan hasilnya pun jadinya ngga maksimal. Tapi tentu lumayan lah daripada ga ada tabungan sama sekali.
Angan-angan pengen punya rumah sendiri, terjamin hari tua n perawatan kesehatannya, buat pendidikan anak, dsb tentu ga ketinggian kan.
Nah, rencananya kantor mo mengalokasikan sebagian kecil uang gaji buat di investasikan di reksadana. Detail cara mainnya, untung ruginya dan lainnya masih belum ngerti. Ntar kalo udah jelas saya akan saya bagikan.
[bersambung..]

Bibit, Bebet, Bobot

Kemarin malem ngobrol sama bapak. Bermacam hal yang diomongin. Mulai dari rumah, berkeluarga, dan lainnya. Baca selebihnya »

Kasih dan Komitmen

Aku sangat menikmati saat-saat kesendirianku seperti sekarang ini… waktu dimana segalanya adalah milikku seorang… tidak perlu terlalu pusing dengan birokrasi bertele-tele untuk sekedar menghirup udara segar di luar dan bercengkrama dengan matahari sesukaku…berlari sejenak dari belenggu aktifitas yang mengurung langkah kecilku… totally free!! Baca selebihnya »

Menjadi Orang Lumpuh

Saya ingin berbagi sedikit pengalaman dengan teman-teman semua berkaitan dengan rosario…
Tapi bukan ke bendanya tapi lebih kepada doanya. Baca selebihnya »